top of page
Search

[SUMMARY] Pendakian Gunung Raung via Kalibaru

  • Writer: bukharimartoredjo
    bukharimartoredjo
  • Nov 8, 2024
  • 6 min read

Gunung Raung memang terkenal akan treknya yang sangat menantani g adrenalin, apalagi salah satu bagian trekking di gunung ini tersohor bagi seluruh pendaki, yaitu Jembatan Shirotol Mustaqim. Ya, saya bahas dibawah yaa

pendakian Gunung raung via kalibaru

Saya mendaki Gunung Raung melalui jalur Kalibaru via basecamp Pak Aldi. Saya menggunakan jalur ini dikarenakan jalur tercepat dan paling direkomendasikan untuk mencapai Puncak Sejati, puncak tertinggi Gunung Raung.

Rekan yang membersamai saya di perjalanan kali ini diantaranya Bang David, Rizki (rekan sependakian waktu Rinjani), Bang zaenal dan Bang Deni (rekan baru hehe, teman bang david). Sayangnya saya cuma bisa foto dengan mereka sewaktu di Camp 7 raung.



sekretariat baseamp pendakian gunung raung via kalibaru

Pagi-pagi setelah sarapan dan memastikan logistik telah terpacking dengan baik, kami dua kali mengikuti briefing, yang pertama di basecamp dengan guide mas syarif, serta briefing kedua diadakan di sekretariat pemandu dan pengurus simaksi Gunung Raung.

Briefing kedua ini bersifat wajib bagi seluruh pendaki yang akan mendaki gunung ini, dikarenakan mendaki Raung adalah kasus khusus, dimana pengetahuan vegetasi, kondisi alam, keselamatan dan kesehatan selama pendakian sangat vital.


Camp 7 gunung raug via kalibaru

Berdasarkan ketetapan dari guide kami, diwajibkan minimal mendirikan tenda di Camp 7. Camp 7 Raung dinamakan Pondok Rasta. istilah 'Camp' disini sama seperti 'Pos' di gunung lain yaa. hanya saja Mapala Pataga Surabaya selaku perintis jalur kalibaru ini menamai Pos-pos dengan istilah Camp. sebenarnya pendakian diluar negeri pun dinamai dengan istilah Camp loh hehe.

Saya berjalan dengan selow santuy menuju Camp 7 tercatat memakan durasi pendakian selama 8 jam. Sayangnya saya tidak banyak berfoto foto selama mendaki karena prinsip saya adalah selalu menghemat baterai Hape xixi.


Cuaca yang gerimis tak menentu membuat kami sedikit menunda summit attack, dikarenakan rekomen guide proses summit Raung sangat dianjurkan dilakukan saat cuaca cerah untuk meminimalisir insiden yang tak diinginkan. Akhirnya kami memulai summit attack pada hari kedua pukul 02:30. Sinar bulan menerangi trakking kami (foto kanan).


Sialnya, saya melupakan toolkit harness yang difasilitasi pihak guide basecamp :(((, saya memutuskan untuk turun saat itu juga, meninggalkan rombongan dan izin ke beberapa guide. Saya paham betul harness sangat fatal untuk dipakai di trekking summit Raung ini. waduh waduh, ini cobaan buat saya untuk bisa kembali tidur tenang didalam tenda.

Saya bertemu Mas syarif guide saya sedari basecamp Pak Aldi, beliau bertindak sbg. Sweeper diakhir rombongan summit, melihat mas syarif hanya mengucap "saya tak tunggu pelan pelan ya". wah Masya Allah guide raung ini baik baik emang orangnya.


Setelah menjemput sepaket harness yang saya tinggalkan di tenda, saya pun lari tergesa gesa melanjutkan pendakian. Khawatirnya saya membuat mas syarif menunggu diatas.

Camp 9 gunung raug via kalibaru

Kebetulan di tengah-tengah trekking menuju camp 9 saya bertemu dengan 2 orang pendaki yang tertinggal dengan rombongan summiter lain. Kami berbincang bincang, dan saya pun mengikuti Pace trekking beliau.


Alhamdulillah, setelah mendapatkan rekan bincang saat trekking kami pun tiba di Camp 9. di camp inilah semua pendaki Raung wajib menggunakan harness nya, dengan bimbingan guide. dikarenakan diatas Camp 9 adalah Puncak bendera, batas vegetasi hutan Gunung raung via Kalibaru.

Beginilah foto foto jalur menuju puncak sejati gunung Raung dari puncak bendera. foto kiri atas ada rekan yang saya temui waktu trekking menuju Camp 9. Dari puncak inilah terlihat juga jalur Shirotol mustaqim.

Tidak lama dari puncak bendera, para pendaki mau gak mau wajib melewati shirotol mustaqim nya gunung raung. seperti foto-foto diatas, jalur shirotol mustaqim merupakan punggungan gunung yang curam, berpasir berbatu, sempit, tidak ada pegangan seperti dahan-dahan pohon dan jurang di kedua sampingnya. Para pendaki wajib berhati hati dan dilarang berlari saat menapaki jalur ini.

Setelah trekking selama berkisar 45 menit, anda diberi pilihan, lanjut keatas puncak 17 (foto atas kiri) atau melipir puncak tsb. untuk melanjutkan menapaki jalur jembatan shirotol mustaqim. Saya tidak memanjat menuju puncak 17, dikarenakan setelah tertinggal rombongan dan harness ketinggalan saya memutuskan untuk tidak lama lama di jalur dan fokus ke puncak sejati saja hehe.

Pendaki lain tentu mayoritas ingin berfoto atau mengabadikan momen di Puncak 17 karena mungkin ktia tidak akan mengulangi pendakian Raung tsb.


Berjalan 1 jam dari titik panjat Puncak 17, saya akhirnya memulai summit attack Gunung raung dari bawah lagi. ya, setelah melalui ekstrim nya jalur shirotol mustaqim, proses summit dimulai dari jurang punggungan curam dengan latar belakang punggungan Raung (foto atas kiri).


Tak lama saya menemukan beberapa tumbuhan Edelweiss, tapi banyak tumbuhan yang dijuluki bunga abadi tsb. yang belum tumbuh sempurna (foto kanan). dan juga jarang saya temukan Edelweiss di lereng Raung ini.

Mungkin dikarenakan vegetasi raung yang merupakan vulkanik aktif nan gersang menjadikan tumbuhan tsb. sulit hidup di ekosistem yang seperti itu.

Medan trek summit Raung yang didominasi batuan besar dan cadas benar benar membuat kaki sakit dan saya pun hanya bisa pelan pelan. Di lereng ini saya hanya ditemani seorang pendaki cewek dan seorang guide. Teman teman rombonganku mungkin sudah jauh mendahului didepan, mungkin juga sudah tiba di puncak sejati haha.


45 menit berjalan santai, sampailah saya di bebatuan raksasa, yang menandakan Puncak tinggal sesaat lagi. Di jalur bebatuan inilah percabangan jalur ke puncak tusuk gigi dan puncak sejati.

Dan saya pun bertemu dengan teman" serombongan mereka turun dari puncak, dan menyebut saya lelet hahaha. Saya pun beranjak kearah puncak sejati tanpa ragu. Beruntung saya menemukan mereka, saya masih butuh tambahan logistik untuk trekking ke puncak dan turun gunung, ya tinggal minta ke mereka deh karna mereka juga tinggal turun hehe.

Perjuangan akhirku menuju puncak sejati selama 15 menit akhirnya tertuntaskan. Alhamdulillah, begitu banyak drama, keringat, sempat down, diberi cobaan, ditinggal semua teman teman serombongan, ngga menyurutkan langkahku untuk menginjakkan kaki di Puncak sejati Gunung raung. Yaa agar ngga percuma juga sih, trip ke gunung raung mahal bgt uppsss haha.


Meski ditinggal oleh teman teman serombongan, ditambah di puncak ini hampir tidak ada yang saya kenali kecuali guide raung :(, saya tetap bisa mengabadikan momen dengan meminta bantuan ke pendaki lain.

Dikarenakan saya ini introvert akut haha dan tenaga sudah terkuras, saya pun malas mengajak pendaki lain berbincang bincang, saya hanya bisa menikmati lautan awan dan mengamati kawah gunung ini. Saya melihat sekeliling, tidak ada pendaki yang menyendiri seperti saya haha, masing masing asik sendiri dengan rombongannya.


Apa yang membuat saya kaget adalah ada suatu rombongan yang telat tiba di puncak setelah saya, dimana guide nya sambil memikul carrier besar. buseeett, gila niat banget bawa carrier ke puncak menurutku. ngga lama kemudian dia mengeluarkan galon Le Miner*l* berisi jus buah. Edaann bawa jus buah satu galon ke puncak raung ahhaha pencapaian besar buat dia sih ini.

Walau memang minuman itu untuk rombongan mereka, pada akhirnya kami pendaki tetaplah sekumpulan orang yang selalu ramah dan ringan memberi. Jus buah itu dibagikan ke semua pendaki yang saat itu ada di puncak, termasuk saya. Alhamdulillah Yaa Rabb, baru pertama kali ini saya minum/makan buah di puncak gunung, mana ini dingin lagi nyegerin hehe.


Foto di kanan berikut adalah penampakan punggungan/jalur Jembatan shirotol mustaqim, dengan latar belakang lautan awan dari dekat Puncak 17. foto ini diambil berkisar pukul 11:30. Di tempat inilah saya sempat berlama-lama merenungi alam, dan diri sendiri, sampai tertidur hehe.



Atas bantuan, pendampingan, dan pembelajaran yang kami peroleh dari para guide gunung raung kami ucapkan terimakasih banyak. Tidak banyak gunung gunung di negeri ini yang terdapat guide-guide baik hati dan bekerja melayani sepenuh hati.



Pada hari ketiga, kami serombongan mengakhiri aktivitas outdoor ini. Saya lupa berapa durasi trekking yang dialami dari Camp 7 campsite sampai basecamp. Yang jelas, kami sampai di basecamp sore hari.


Berbeda dengan gunung lainnya, trekking turun gunung raung yang saya rasakan sungguh sangat memakan waktu yang lama, alias tidak kunjung tiba di basecamp. Benar benar bikin kaki gempor atau sempoyongan :((


Setibanya di basecamp saya pun langsung rebahan selama beberapa menit haha. Foto dikanan ini adalah saya dengan sekantong kumpulan sampah kelompok dan sampah yang sebisa saya punguti sepanjang trek.





Sumber : @dowaitodw (instagram)


Saat ini tercatat 4 jalur pendakian dari berbagai desa disekitar gunung Raung. Masing-masing jalur hanya bisa meraih puncak tertinggi masing" dan tidak bisa mencapai puncak dari jalur lain dikarenakan hingga saat postingan ini terbit (2024), belum ada yang mengeksplor jalur antar puncaknya yang terkenal medannya ekstrim. Misal : Dari Puncak Raung tidak bisa mencapai Puncak Sejati karena saat melipir bibir kawah, jalur terpisah jurang lebar.


Semua jalur punya tingkat kesulitan berbeda-beda. Disetiap jalurnya, saat akan mencapai puncak, pendaki minimal wajib melakukan scrambling untuk mencapai puncak.Khusus jalur kalibaru, pendaki harus menggunakan tali-temali & peralatan climbing untuk mencapai puncak sejati. Sumber : @dowaitodw (instagram)



Terimakasih sudah menyempatkan membaca hingga akhir, netizens.

Salam lestari

 
 
 

Comments


©2024 by Weebs-outdoor. Proudly created with Wix.com

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
bottom of page